Saturday, August 20, 2011

menulis adalah terapi

Gampang banget ketebak kalo aku lagi hepi ato sedih. Liat aja posting sebelumnya, hihi, terasa dalem n hening plus galau *kayakataorangzamansekarang. Setiap merasakan sesuatu, rasanya menulis adalah jwabannya.
Aku pernah berkhayal menjadi penulis cerita ato skenario sebuah film. Dengan bebas ekspresikan ide cerita kita dan perannya dimainkan dengan aktor dan aktris yang kita suka. Ah lugunya, mikir segala sesuatu tampak mudah. Tahun ini umurku 25thn dan aku masih gila nulis.
Sejak SD aku punya diary yang biasa aku tulis jika ada apapun yang terjadi. Naksir orang, benci orang, suka sesuatu, mengharapkan sesuatu.
Seperti saat ini, aku mau berbagi hal yang menurut aku menarik. Drama Korea, *ohcomeon. Pasti semua perempuan setuju ceritanya menarik, pemainnya ganteng dan bikin ga bisa berhenti nonton.
Bahkan aku pernah setiap harinya nonton sampai jam 3 pagi karna saking penasarannya sama ceritanya. Agak sinting.
Tapi itulah kekuatan serial drama korea. Cerita biasa, perempuan miskin jatuh cinta pada laki-laki kaya yang sombong. Tapi tetep saja itu membuat tiap bulannya keluar duit agak banyak di penyewaan DVD.
Kadang kalau aku suka ceritanya DVD nya sampai kubeli dan kujadikan koleksi.
Dan drama korealah yang menjadi sahabat setia selama kegalauanku. Berharap suatu hari nanti bisa ke korea dan datangi tempat-tempat syuting serialnya.
Tapi aku tidak samapi taraf suka pemainnya dengan hafal nama-nama mereka dan koleksi lagunya. Cukup jadi penonton setia saja.
Untuk sementara serial-serial yang sudah kutonton ada 5 urutan yang kusuka:
1. Secret Garden
2. Greatest Love
3. Lie To Me
4. Playfull kiss
5. My Princess

pasrah, sabar, ikhlas :)

Tahun 2011 ini terasa menguncang bagiku, terasa menaiki satu permainan yang mana kita dinaikkan dan diturunkan sesuka hati. Belum pernah aku merasa sepasrah ini, sesabar dan seikhlas ini. Bagiku cobaan di Tahun 2009 sudah cukup menghantam, yang mana aku sebagai trainer diragukan, aku merasa tertekan, terpojok dan ingin menghentikan waktu saat itu juga. Tapi di bulan juli ini terasa seperti petir di siang bolong saja berita yang kudengar. Setiap kuhembuskan nafas, seakan nafas berbunyi kuatlah kau. Aku berjanji untuk tidak menangis. Air mata tanda lemah, tapi apa bisa dikata ketika orangtua mulai membahas aku mulai panik dan mengeluarkan air mata.
Tapi ini sudah bulan agustus, segalanya makin cerah, segalanya menjadi lancar. Kuncinya kita tenang, pasrah, sabar dan ikhlas, semuanya pasti baik-baik saja. Impian sudah didepan mata, aku hanya terus berdoa agar ini memang adalah jalanku. Rasanya tak pernah menyangka sampai di titik kehidupan yang kata orang kejam. Tidak apa bukankah ini hidup, ada proses dan ada hasil yang akan kita terima. Nikmatilah, kau yang sedang terpuruk, merasa buruk, coba tersenyumlah dan keluarkan isi hatimu pada-Nya. Aku menaruh masalahku pada-Nya, dan kupejamkan mata aku bersyukur, aku selalu bersama-Nya.
Semangat dan aku akan berjuang, apapun yang terjadi kegigihan pasti ada hasilnya.